Panasnya Persaingan
Orang Bijaksana, yang anggota badannya sudah lemah dan tidak mempunyai sumber penghasilan, semestinya selalu menyusun sesuatu dengan cara sedemikian rupa sehingga tetap mampu membiayai hidupnya
“Panca Tantra hal. 203 oleh Prabu Darmayasa”
Namun, janganlah kutipan tadi dijadikan alasan untuk melakukan semua perbuatan tercela, meskipun Anda atau Saya adalah tergolang orang yang telah berbadan lemah itu.
Perbuatan tercela termasuk didalamnya mengumpat, menjatuhkan lawan bicara. Apalagi tanpa identitas jelas. Jikalau ingin digolongkan bijaksana, baik dan tidak takut dengan persaingan, kritiklah lawan. Jangan mengumpat, menjelek2kan lawan, dan inget ya, sertai identitas. Jadi, kalau emang omongan Anda ada benarnya dan Anda telah melakukan yang benar, maka sangat dengan senang hati saya akan berguru. Dan kalau memang Anda tergolong orang lemah seperti kutipan diatas, jika ngomong baik2 kalau ada rezeki lebih saya juga akan over2 proyek kok :D.
Melihat gaya2 mencari hidup (penghidupan) seperti ini, saya jadi pengen menceritakan kisah Kodok dan ular Hitam dalam buku itu. Alkisah, si Kodok sangat mempercayai Ular yang notabene adalah musuh alaminya. Bagaimana si kodok bisa mempercayai si ular, disinilah kecerdikan si ular berperan.
Suatu ketika si ular datang ke kolam tempat biasa kodok bermain. Namun kini ia bersikap layaknya seorang pertapa. Diam, tak liar seperti biasanya. Sikap inipun menimbulkan pertanyaan dalam hati si kodok. “Kenapa kamu tak mencari makan seperti biasanya,” tanya si kodok.
“Aku tidak lagi memiliki keinginan untuk mencari makanan.”
“Aku ceritakan sebabnya. Semalam aku berusaha menangkap seekeor kodok, karena kodok itu saking ketakutan maka ia melompat dan jatuh diantara sekelompok Brahmin yang sedang membaca Weda,” cerita si ular.
Iapun sesaat kemudian melanjutkan ceritanya, karena tidak menemukan mangsanya maka ia mengigit putra dari Brahmin yang ada disana. Putra Brahmin itupun meninggal seketika. “Ayahnya patah hati dan mengutukku,” ujar ular meratap.
Ular yang jahat kau telah menggigit anakku dan membunuhnya pada saat tidak berbuat apa2. Oleh karena itu, dari skrg dan slanjutnya engkau harus melayani para kodok dan mereka akan menggunakanmu sebagai tunggangan. Dan engkaupun akan hidup dengan apapun yang mereka berikan.
“Dan begitulah, aku kini datang untuk melayanimu,” ucap ular sehabis menirukan kutukan sang Brahmin.
Singkat cerita, kisah inipun menyebar hingga sampai telinga raja kodok. Maka para kodokpun menunggangi si ular. Begitu terus hingga si pada hari berikutnya mulai merancang startegi baru. Ia merangkak pelan, berpura2 lemah. “Sahabatku, kenapa kamu merangkak tak seperti biasanya,” tanya Raja Kodok.
“Aku sudah lemah, aku tidak punya apa2 lagi untuk dimakan,” jawab ular.
“Baiklah, kalau begitu kamu bisa memakan kodok2 yang kecil,” sahut Raja Kodok.
Namun dengan kelicikannya, ular tak serta merta menerima tawaran itu. Kembali ia bersandiwara. “Ya, ya ini sesungguhnya merupakan bagian dari kedua kutukan itu. Yang Mulia, kebaikanmu membuatku sangat bahagia,” kata si ular.
Setelah habis kodok yang kecil, iapun mulai memakan kodok yang besar. Hingga akhirnya si Raja Kodok pun menjadi korban.
–tamat–
Semoga cerita tadi dapat bermanfaat.
Ya, setidaknya untuk saya menulis ini cukup menyalurkan panasnya hati membaca ocehan orang yang tergolong dalam kutipan paling atas.


hatiku tersentuh, tapi ada yang hatinya tersayat … hehehehe ….
licik banget emang si ular…
apalagi ular yang satu itu.. ;))
maunya dalam lobang aja :))
wox anaknya gimana
dah sembuh ??
Terima kasih atas pencerahannya, Bli.
@widarta : belum pak tut. semoga cepet sembuh
@imcw : sama2. semoga kita2 tidak berlaku seperti si Raja Ular ataupun si Raja Kodok. kikikkkii
hemmm … saya masih bingung
saya masuk jadi kodok atau ular ya ?
[…] besok saya menjenguk putri baru panak leak bersama dewa dan widarta. Sekalian mau kasi ajakan juga ke : brokencode, baladika, ketut, kalau mau barengan […]
Lebih baik jadi ular karena bisa makan kodok dengan gratis. Kita aja klo beli daging swicki mahalnya minta ampyun.. hihihi
Tadi baca judulnya kirain mau komentarin panasnya persaingan situs iklan baris gratis hehehhe…
[…] not goin’ very far You’re always ridin’ With the teachers and the police This life is much too insane! When you, you gonna move to the city? Into the city where it all […]
[…] saya berapa modal dan kemampuan saya dibidang bisnis online.Kenapa?,jujur ya saya bukan seorangĀ webmaster maupun web design dimana hal itu senjata standart untuk memulai bisnis […]
Namanya saja ular pasti licik dan picik
Dari : [ edit ]