Nov
16

Panasnya Persaingan

Filed Under celoteh | Jumlah Pembaca :5309

Orang Bijaksana, yang anggota badannya sudah lemah dan tidak mempunyai sumber penghasilan, semestinya selalu menyusun sesuatu dengan cara sedemikian rupa sehingga tetap mampu membiayai hidupnya

“Panca Tantra hal. 203 oleh Prabu Darmayasa”

Namun, janganlah kutipan tadi dijadikan alasan untuk melakukan semua perbuatan tercela, meskipun Anda atau Saya adalah tergolang orang yang telah berbadan lemah itu.

Perbuatan tercela termasuk didalamnya mengumpat, menjatuhkan lawan bicara. Apalagi tanpa identitas jelas. Jikalau ingin digolongkan bijaksana, baik dan tidak takut dengan persaingan, kritiklah lawan. Jangan mengumpat, menjelek2kan lawan, dan inget ya, sertai identitas. Jadi, kalau emang omongan Anda ada benarnya dan Anda telah melakukan yang benar, maka sangat dengan senang hati saya akan berguru. Dan kalau memang Anda tergolong orang lemah seperti kutipan diatas, jika ngomong baik2 kalau ada rezeki lebih saya juga akan over2 proyek kok :D.

Melihat gaya2 mencari hidup (penghidupan) seperti ini, saya jadi pengen menceritakan kisah Kodok dan ular Hitam dalam buku itu. Alkisah, si Kodok sangat mempercayai Ular yang notabene adalah musuh alaminya. Bagaimana si kodok bisa mempercayai si ular, disinilah kecerdikan si ular berperan.

Suatu ketika si ular datang ke kolam tempat biasa kodok bermain. Namun kini ia bersikap layaknya seorang pertapa. Diam, tak liar seperti biasanya. Sikap inipun menimbulkan pertanyaan dalam hati si kodok. “Kenapa kamu tak mencari makan seperti biasanya,” tanya si kodok.
“Aku tidak lagi memiliki keinginan untuk mencari makanan.”
“Aku ceritakan sebabnya. Semalam aku berusaha menangkap seekeor kodok, karena kodok itu saking ketakutan maka ia melompat dan jatuh diantara sekelompok Brahmin yang sedang membaca Weda,” cerita si ular.

Iapun sesaat kemudian melanjutkan ceritanya, karena tidak menemukan mangsanya maka ia mengigit putra dari Brahmin yang ada disana. Putra Brahmin itupun meninggal seketika. “Ayahnya patah hati dan mengutukku,” ujar ular meratap.

Ular yang jahat kau telah menggigit anakku dan membunuhnya pada saat tidak berbuat apa2. Oleh karena itu, dari skrg dan slanjutnya engkau harus melayani para kodok dan mereka akan menggunakanmu sebagai tunggangan. Dan engkaupun akan hidup dengan apapun yang mereka berikan.

“Dan begitulah, aku kini datang untuk melayanimu,” ucap ular sehabis menirukan kutukan sang Brahmin.

Singkat cerita, kisah inipun menyebar hingga sampai telinga raja kodok. Maka para kodokpun menunggangi si ular. Begitu terus hingga si pada hari berikutnya mulai merancang startegi baru. Ia merangkak pelan, berpura2 lemah. “Sahabatku, kenapa kamu merangkak tak seperti biasanya,” tanya Raja Kodok.
“Aku sudah lemah, aku tidak punya apa2 lagi untuk dimakan,” jawab ular.
“Baiklah, kalau begitu kamu bisa memakan kodok2 yang kecil,” sahut Raja Kodok.
Namun dengan kelicikannya, ular tak serta merta menerima tawaran itu. Kembali ia bersandiwara. “Ya, ya ini sesungguhnya merupakan bagian dari kedua kutukan itu. Yang Mulia, kebaikanmu membuatku sangat bahagia,” kata si ular.

Setelah habis kodok yang kecil, iapun mulai memakan kodok yang besar. Hingga akhirnya si Raja Kodok pun menjadi korban.

–tamat–

Semoga cerita tadi dapat bermanfaat.
Ya, setidaknya untuk saya menulis ini cukup menyalurkan panasnya hati membaca ocehan orang yang tergolong dalam kutipan paling atas.

« Abidharma Furniture Akhirnya Kelar | Telah Lahir Seorang Cucun Leak »

Comments

11 Komentar di “Panasnya Persaingan”

  1. brokencode on November 16th, 2007 6:15 am

    hatiku tersentuh, tapi ada yang hatinya tersayat … hehehehe ….

  2. widarta on November 16th, 2007 1:25 pm

    licik banget emang si ular…
    apalagi ular yang satu itu.. ;))
    maunya dalam lobang aja :))

    wox anaknya gimana
    dah sembuh ??

  3. imcw on November 16th, 2007 2:20 pm

    Terima kasih atas pencerahannya, Bli.

  4. bali web design admin on November 16th, 2007 2:34 pm

    @widarta : belum pak tut. semoga cepet sembuh
    @imcw : sama2. semoga kita2 tidak berlaku seperti si Raja Ular ataupun si Raja Kodok. kikikkkii

  5. ronys on November 16th, 2007 5:45 pm

    hemmm … saya masih bingung :P
    saya masuk jadi kodok atau ular ya ?

  6. Telah Lahir Chika Bugil Junior - Dexno, My Online Earning Journey on November 17th, 2007 1:13 pm

    […] besok saya menjenguk putri baru panak leak bersama dewa dan widarta. Sekalian mau kasi ajakan juga ke : brokencode, baladika, ketut, kalau mau barengan […]

  7. Dexno on November 17th, 2007 1:18 pm

    Lebih baik jadi ular karena bisa makan kodok dengan gratis. Kita aja klo beli daging swicki mahalnya minta ampyun.. hihihi

  8. Iklan Baris on November 17th, 2007 1:20 pm

    Tadi baca judulnya kirain mau komentarin panasnya persaingan situs iklan baris gratis hehehhe…

  9. Belajar Internet Marketing » Brokencodeā„¢ | (Dexno) Move to the city - Guns N Roses on November 21st, 2007 2:21 am

    […] not goin’ very far You’re always ridin’ With the teachers and the police This life is much too insane! When you, you gonna move to the city? Into the city where it all […]

  10. Panakleak - Tulisan Seorang Newbie » Bisnis Online Internet Marketer on November 28th, 2007 7:26 am

    […] saya berapa modal dan kemampuan saya dibidang bisnis online.Kenapa?,jujur ya saya bukan seorangĀ  webmaster maupun web design dimana hal itu senjata standart untuk memulai bisnis […]

  11. sampara on April 16th, 2008 11:19 pm

    Namanya saja ular pasti licik dan picik
    Dari : [ edit ]

Ayo Berkomentar disini




Free Domain Name

Create your blog, write on your blog, get popularity and you'll get a free domain name. Find out on 3 Free Domain Name ...

Hot Online Support DStudio Bali Web Desain



Chat Machine Image
eXTReMe Tracker

Recent referrals

Searches in the past 2 days: