DeadLine Pasar Seni Bali dot Com
Pasar Seni Bali dot com, domain ini telah dibeli sejak 25 Juni 2007 lalu, namun belum dikerjakan sampai sekarang. Sebelum tanggal itu sebenarnya telah ada pembicaraan soal design yang diinginkan oleh si klien. Saya juga telah menyampaikan rancangan design web pada pemiliknya. Namun, berhubung ada perubahan maka akhirnya design webnya pun berubah. Pada awal permintaan si klien, web ini adalah untuk Produk Bali Ratu namun kemudian berubah menjadi web sebagai wadah beberapa pengrajin Bali. (It’s okay - it’s not a Big Deal).
Kendati ada perubahan secara mendasar, namun web ini sesuai keinginan “Yang Berkuasa” tetap merupakan web yang memiliki fitur shopping chart. Karena baru nemu script asyik untuk Wordpress, yang memungkinkan untuk membuat WP menjadi shopping chart handal, maka akhirnya diputuskan untuk memakai WP untuk web ini.
Lalu kenapa saya menulis judul Deadline, yah karena besok si empunya web bakal datang dan minta di demokan web-nya dengan perubahan terkahir yang telah disampaikan. Wah, mendadak nih. Maka jadilah malam ini lembur, mengerjakan web tersebut. (Dasar sih doyan kerja SKS — Sistem Kebut Semalam –). Karena otak lagi blank, ditambah dengan kondisi badan yang gak fit sejak dua hari lalu, akhirnya rehat sejenak untuk menulis soal ini.
Oh iya, karena ada perubahan dari Bali Ratu menjadi Wadah pengrajin Bali, pemilihan nama domain pun disesuaikan. Saya sih sebenarnya sudah berusaha untuk merujuk teori tentang memilih nama domain yang cocok. Namun “Yang Berkuasa” berkeinginan lain. Dan memang pertimbangannya masuk akal. “Saya ingin nama web itu lebih mengglobal, tidak megkhusus pada tas, sepatu, dan sandal.” Jadi terasa pas memang ketika ia memilih nama pasar seni, karena ia menjual barang (pasar), dan kemudian barang tersebut merupakan produk kerajinan (seni) dan karena produk yang dijual adalah produk-produk asli Bali, maka diisilah embel-embel Bali.
Memang, ada sedikit kekurangan dalam pemilihan nama tersebut (IMO), karena jika melihat perilaku pengguna internet maka sangat tidak mungkin mereka mengetik pasar seni di mesin pencari. Yang paling mungkin kerajinan tangan, tas bali, sandal bali, dll (lagi-lagi IMO).
Ah, sudahi saja celoteh ini. Lanjuut kerja, aahhhhhh


Saya juga ada project terbengkalai. Padahal udah lewat deadline. Sebenernya masalah nya cuma pada gak konsistennya keinginan klien. Setiap ajukan layout sample selalu dimentahkan. Apakah saya yang kurang bisa mengerti keinginan mereka. Yang sebelum-sebelumnya sekali presentasi langsung oke. Paling minta ubah warna background atau font. Yang ini udah berkali-kali dan minta perubahannya totally !!! Capek deh
biasa itu bos. gonta-ganti layout pada pertengahan JOb, sudah biasa. cuma agak berbeda dengan lagunya kayak si almarhum “Alda” — “Aku tak biasa”
Hai…
saya mau tanya informasi tentang pengrajin jepit bunga yg ada di bali. apakah ada yg tau ? mohon informasi lengkap nya ke saya by e-mail : elayulia@yahoo.com
terima kasih.
salam hangat. ela yulia